Sifat dan Perilaku Kriptis pada burung

Assalamu'alaikum!
Selamat datang di blog Biology Around! Di sini akan dibahas beberapa fenomena biologi, baik di alam liar maupun di sekitar kita. Pembahasan kali ini adalah mengenai perilaku kriptis dari hewan. 

Perilaku kriptis merupakan salah satu upaya hewan untuk berlindung dari predator. Berbeda dari manusia yang bisa melindungi diri dengan berbagai alat, seperti senjata; perisai; dan sebagainya, hewan harus melindungi dirinya meskipun tak bisa membuat alat-alat canggih. Salah satu cara perlindngan diri mutakhir ala hewan adalah dengan memanfaatkan bentuk atau warna tubuhnya dan menyesuaikannya dengan alam. Ada hewan-hewan yang berkembang dengan tubuh warna tubuh mencolok sehingga membuat mangsa siaga terhadap racun dalam tubuhnya, namun ada pula hewan yang justru memanfaatkan warna tubuhnya yang sulit dibedakan dengan alam. Lalu perilaku kriptis termasuk yang mana ya? penasaran? yuk sebelum kita bahas lebih lanjut, simak dulu  tayangan singkat berikut ini!

Tayangan tersebut membahas sifat kriptis dari Common potoo (Nyctibius griseus). Burung ini merupakan hewan nokturnal, yang berarti hewan ini melakukan aktivitasnya pada malam hari. Pada siang hari, burung ini beristirahat di  batang atau dahan. Pada saat beristirahat, tubuh dari common potoo akan tersemarkan. Hal ini terjadi karena warna bulu dari common potoo mirip dengan warna kulit kayu.

Gambar 1. Common potoo  yang melakukan perilaku kriptis
[Sumber: Enggist, S. https://neotropical.birds.cornell.edu]
Perilaku Common potoo menyamarkan dirinya menjadi batang atau dahan, merupakan bentuk perilaku kriptis. Secara umum kriptis merupakan upaya kamuflase atau bersembunyi baik dengan perilaku, warna, maupun bentuk yang dapat mengecoh predator. Kriptis yang dilakukan oleh Common potoo adalah kriptis secara warna dan perilaku. Seperti pada hewan lainnya, hal ini dilakukan oleh Common potoo untuk melindunginya dari predator.

Gambar 2. Common potoo dewasa dan Jouvennile
[Sumber: Siqueira, S. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:M%C3%A3e-da-lua_e_seu_filhote.JPG]
Selain pada Common potoo adapula jenis burung lain yang melakukan kriptis. Burung-burung tersebut biasanya memiliki warna bulu yang mirip dengan alam. Misalnya warna bulu yang mirip dengan salju, serasah daun, kulit pohon, dan lain sebagainya.

Gambar 3. Contoh kriptis pada burung
[Sumber: Nill,D. https://www.arkive.org/]

Gambar 4.Contoh kriptis pada burung
[Sumber: https://kids.nationalgeographic.com/]
Selain pada individu burung, sifat kriptis dapat pula dimiliki oleh telur burung. Beberapa jenis burung menghasilkan telur yang kriptis dengan lingkungannya. Sifat ini membuat telur sulit dibedakan dengan lingkungan, sehingga tidak dimangsa oleh predator.
Gambar 5.Telur Anarhyncus frontalis yang kriptis di antara bebatuan
[Sumber: Reese, P. http://www.arkive.org/]

Nah teman-teman, itu dia sifat dan perilaku kriptis dari burung. Nantikan posting selanjutnya ya untuk informasi biologi di alam dan skitar kita! Sampai jumpa!

-Triana

Sumber:
Miller, J. 2013. The World's Most Branzely Hidden Bird -- The Common Potoo. https://www.youtube.com/watch?v=ZtjFG16ADZQ diakses pada 27 April 2018 pk. 02:30 WIB.
Breed, M. D. & Moore, J. 2016. Animal Behavior. Oxford, Academic Press: xiii+546 hlm.
Wildscreen. 2018. Wrybill (Anarhynchus frontalis). http://www.arkive.org/wrybill/anarhynchus-frontalis/image-G24129.html: 1 hlm. Diakses pada 27 April 2018 pk. 08:13 WIB.

Comments